Bukan kemah biasa.

Iya begitulah konsep dan situasi yang sudah terencana dan akhirnya terjadi dalam perjalanan touring bermotor kami. Selepas sholat jum’at di Masjid dekat Perkantoran Pemda kota Liwa Lambar hujan gerimis mulai mengguyur daerah ini dan sekitarnya. Panggilan dari perut sudah berkumandang waktunya untuk makan siang dan kamipun mencari warung makan sekitar pasar kota Liwa.

Makan siang sudah, membeli tambahan logistik sudah dan yang mencari ATM pun sudah. Kamipun bergegas menuju lokasi, karena langit sudah menampakkan gelapnya dan mengisyaratkan kepada kita kalau hujan akan desar sekali. Perjalanan berkelok dan menurun merupakan jalan yang kami lalui menuju kawasan TNBBS (Taman Nasional Bukit Barisan Selatan). Ini merupakan jalan dan kawasan hutan lindung yang memiliki banyak aneka ragam jenis flora dan fauna. Ada selter dan pintu masuk tersendiri jika kita ingin mengetahui apa yang ada di dalam hutan tersebut, akan tetapi tetap melapor kepada Jagawana atau polhut yang bertugas.

DCIM100MEDIA

Pintu Gerbang Bumi Perkemahan TNBBS

IMG_2549

Perjalanan 30 menit dari kota Liwa dan ditemani hujan yang makin menderas akhirnya kami sampai di pos pintu masuk Bumi Perkemahan TNBBS. Kami menemui petugas lapangan yang sedang berjaga di kantor persis di sebrang jalan depan gerbang bumi perkemahan. Ada sedikit informasi untuk teman-teman yang berkunjung ke kawasan ini. Harga tiket masuk, berkemah, fasilitas dan guide tracking sangat murah untuk wisatawan lokal, tetapi harga sangat mahal berkali-kali lipat untuk wisatawan mancanegara. Kebetulan sekali kami membawa mahasiswa asing yang memiliki ktp sementara, sehingga biaya yang dikenakan ke mereka sama dengan wisatawan lokal.

IMG_2675

am_06

am_14

Ada 2 air terjun di kawasan ini yaitu sepapah kiri dan kanan. Jalur tracking jika berjalan dengan santai bisa dicapai dengan 2 jam perjalanan. Namun sayang sekali kami tidak bisa melihat air terjun itu dikarenakan hujan telah membuat jalur menjadi sulit  dan licin serta waktupun sudah mendekati sore hari.

Kami mendapatkan 2 pos semacam gazebo kecil dan besar untuk menginap dan berteduh dimalam hari, kamar mandi yang cukup manusiawi (maklumlah wisatawan yang datang sudah berkurang) dan listrik tentunya..

TRI_1796_resizeDSCN9212_resize

Membuat minuman kopi khas Liwa cukup menghangatkan tubuh dimalam hari, karena suhu di kawasan ini memang dingin ditambah lagi gerimis masih menemani kami hingga malam. Tidak banyak aktifitas yang bisa kita lakukan, hanya ngobrol santai, bergurau dan membuat makanan ringan pengganjal perut sebelum tidur.

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

Keesokan harinya jam 05.30 wib teman-teman sudah dibangunkan dan mulai membereskan peralatan masing-masing untuk berpindah lokasi yang terdekat dan mencoba untuk melihat lebih dekat pesona TNBBS dan Krui. Iya.. perjalanan kami memang akan menuju Kota Krui lalu menyebrang ke pulau yang sangat eksotis dari Kab. Pesisir Barat yaitu Pulau Pisang.. (tri)

Iklan