Pagi yang tidak terlalu cerah dan angin dingin yang menusuk tulang tidak membuat kami untuk tetap di balik selimut. Dengan kain sarung dan buff yg masih melingkar di telinga, kami paksakan diri untuk berjalan melewati cottage-cottage dan menuju 1 dermaga yang terbuat dari besi baja dan juga cor beton.

Diujung dermaga beton sudah terdapat perahu yang bisa mengantarkan kita keliling danau, ke pulau seberang atau ke sumber air panas. Dan di sebrang sudah terlihat gunung yang tinggi dan indah.

Ya.. ini dia Danau Ranau.

TRI_1783_resizeTRI_1782_resize Kami sengaja menginap di wisma PT. Pusri yang berada di Oku Selatan dikarenakan rute perjalanan menggunakan kendaraan roda dua ke objek wisata ini lebih ringan dibandingkan rute via Pekon Lumbok. Bersyukurlah berkendaraan kami tadi malam aman walaupun kondisi gelap gulita, hanya bergantung pada lampu kendaraan. Yang bersamaan dengan padamnya listrik untuk wilayah ini dan melewati beberapa perkebunan menambah jantung berdebar-debar.. haha.. jadi lebay..

Berbeda dengan Danau Ranau via Lumbok ataupun Suka Banjar, di lokasi ini matahari berada di belakang bukit sehingga cuma gunung yang terlihat terang. Akan tetapi kondisi air danau tetap sama keruh, tidak berombak dan ada beberapa sampah di dalam danau.

Dan sebelum melanjutkan perjalanan kami, tidak sah kalau belum berfoto ria. Sampai berjumpa lagi Danau Ranau. Pesonamu akan selalu memberi kenangan terindah.. (tri)touring_09touring_08TRI_1777_resizeTRI_1778_resize

Iklan