Tidak semua masyarakat Lampung tahu tentang keberadaan pulau Balak yang berada di Teluk Lampung, dimana pulau yang memiliki luas +/- 5 hektar ini. Pulau Balak tidak terlalu di lirik oleh wisatawan karena jaraknya yang jauh, menghabiskan waktu di perjalanan dan tidak banyak yang bisa dilakukan disana. Bagi pecinta terumbu karang atau sekedar bersnorkel ria, kita bisa dapatkan spot yang bagus yaitu persis di depan pulau mengarah ke pulau lunik. Akan tetapi jangan kaget kalau pesonanya tidak terlalu bagus dibandingkan dengan pulau Pahawang, Kelagian dan Tanjung Putus.

“Apa yang bisa kita lakukan di pulau ini?”

Memang butuh waktu, keinginan yang kuat dan siap menerima sedikit tantangan untuk bisa menikmati pulau Balak yang dijaga dan dirawat oleh sepasang kakek dan nenek. Dahulunya pulau ini dikelola oleh pangkalan TNI AL yang ada di Piabung Pesawaran, tetapi entah bagaimana kini pulau itu di beli oleh seseorang yang tinggal di Jakarta. Sehingga pulau ini dirawat dengan biaya pribadi.

Seperti pulau-pulau yang di jaga dan dirawat, memiliki rumah dan dapur buat si penjaga, dermaga kayu dengan tiang-tiang beton dan terdapat sumber air tawar untuk keperluan minum. Selain itu, pulau ini memiliki cottage kayu dengan 2 kamar tidur yang bisa menampung 8 orang per kamar dan ruang duduk terbuka serta 1 buah gazebo yang besar. Dengan fasilitas yang dibilang minim ditambah lagi listrik cuma bisa dinikmati malam hari, makin menambah tantangan untuk berlibur kesana.

Berkemah 1 malam disana bisa menjadi pengalaman baru untuk kita. Berangkatlah dari dermaga Ketapang pagi sekali karena ombak laut belum tinggi dan kita bisa menikmati perjalanan dengan tenang. Apa saja yang bisa kita lakukan di pulau itu?

1. Sesampainya dipulau dan meletakkan perlengkapan, kita bisa berjalan menyusuri pantai dengan pasir putihnya yang halus dan jika waktu air surut pasir pantai ini terlihat luas sekali dan bersih. Kita bisa berfoto ria dibawah sinar matahari yang terang hingga matahari terbenam. Bila sore datang, kita bisa berenang atau snorkeling di pinggiran pantai sampai ke tengah. Kita bisa melihat terumbu karang dan ikan-ikan berbagai ragam warna dan ukuran. DSCN8443_resize DSCN8402_resize IMG-20141125-WA0004IMG-20141124-WA0016 DSCN8449_resize 2. Kalau langit malam sedang berbintang atau terang bulan kita bisa tidur dan menikmati malam di pinggir pantai atau dermaga. Kita bisa pasang hammock atau bentangkan matras kalian diatas rerumputan. Mata kita akan terlatih dengan suasana yang gelap gulita dan hanya dibantu cahaya bulan kita juga bisa melihat suasana pulau di malam hari.

Tips: harus siap dengan serangan nyamuk, apalagi nyamuk di pulau itu besar-besar. Siapkan cream atau spray anti nyamuk.

3. Jika tidak membawa tenda, kita bisa menyewa gazebo atau cottage yang ada di pulau ini. Ada beberapa alas tikar dan matras busa yang bisa kita gunakan untuk tidur. Untuk harga, bisa nego langsung sama si kakek dan jangan kaget kalau Dia memberikan jawaban singkat “iya terserah aja sih, asal cukup buat beli bensin sama buat bersih-bersih pondokan” selamat tidurIMG-20141124-WA0011IMG-20141124-WA0010 Jpeg 4. Jangan lupa membawa banyak makanan dan minuman soalnya tidak ada warung dan perahu buat bolak balik ke daratan. Kalau kita mau makan masakan si nenek, kita bisa pesan dan nenek akan memasak sesuai dengan stock bahan makanan yang ada. Karena jarang sekali ada yang mau menginap di pulau Balak ini, maka nenek cuma memiliki stock bahan makanan cukup untuk mereka berdua saja. Kalau beruntung, kita bisa mendapatkan makanan yang cukup. Dan pastinya kitapun harus mengganti bahan makanan yang terpakai oleh kita.

Tips: kita bisa membeli bahan makanan sesuai menu yang kita mau dan kita bisa memasaknya disana. Cara ini lebih aman, karena kita bisa pastikan menu makan malam sesuai dengan apa yang kita mau.

Jika membawa alat masak portable, pagi hari kita bisa memasak di atas dermaga ditemani sunrise, air laut yang tenang dan langit biru yang menawan. Hanya sekedar memasak air buat minum kopi, teh manis, sarapan mi instant atau olahan sarapan lainnya. Jpeg Jpegsos 5. Berendam di air laut pada pagi hari atau sebelum matahari bersinar merupakan bagian dari terapi yang sudah banyak orang-orang terapkan. Suhu air yang hangat membuat kita menjadi relaks. Dan bila kita hobi memancing ikan atau menembak ikan, mungkin tidak salahnya mencari ikan di pulau ini. DSCN8423_resizeIMG-20141123-WA0005IMG-20141123-WA0003 Seiring waktu pulau ini sudah berubah tidak seperti dahulu, dermaga yang dulunya kokoh kini tinggal tiang-tiang beton saja yang tersisa. Tetapi pulau Balak akan tetap di hati bila kita mencintai alam yang bersih dan indah, tidak banyak pengunjung membuat pulau ini serasa milik sendiri, kesunyian membawa kita tenang dan jauh dari polusi suara yang setiap hari kita dapatkan dan bersana segerombolan teman adalah kenangan yang terindah..

Tetaplah menjaga kebersihan, kalau bukan kita siapa lagi..  (tri)

JpegJpegJpeg Arsip foto bersama Soci@lintja tahun 2014

Iklan