Terpencil di antara keramaian bahkan terkadang banyak orang yang tidak mau mendekatinya tetapi memiliki keindahan yang bisa ditandingi. Dianggap tidak memiliki keindahan, kelebihan yang spesifik ataupun daya tarik yang bisa membuat orang mau mendatanginya. Seperti rata-rata sebuah pulau tanpa penghuni yang jarang dikunjungi dan tidak dibersihkan, pulau Maitam yang berada di teluk Lampung hanya dinikmati oleh beberapa pengunjung seperti kami. Kami mendatangi pulau yang memang sepi pengunjung sehingga kami mendapatkan ketenangan dalam beristirahat tidak berisik dan gangguan orang lain.

Pulau Maitam berada dekat dengan dermaga Ketapang Lampung yang memiliki luas +/- 5 hektar ini memang pulau yang tidak memiliki pantai pasir putih yang panjang dan bersih seperti pulau-pulau tetangganya (Kelagian dan Pahawang). Tidak banyak terumbu karang yang bisa dinikmati, karena air laut yang terlalu dangkal, keruh dan dekat dengan keramba nelayan serta hutan bakau yang berada di daratan pulau Sumatera.

Hanya kenangan indah yang bisa membuat kami ingin kembali ke pulau ini. Pulau yang tenang dan terdengar hanya celotehan dan canda tawa dari teman-teman yang kami ajak. Dengan modal cerita indah tentang pulau ini, kami mulai mendatangi 2 spot yang menjadi tempat paling favorit.

Mercu suar

Selfie di bawah tower mercusuar
Selfie di bawah tower mercusuar

Dahulu mercu suar ini berfungsi dengan baik dan sering digunakan nelayan untuk menandai adanya kepulauan ataupun daratan. Tower dengan ketinggian +/- 30 meter ini berada di bagian belakang pulau dan memiliki pemandangan yang indah, lautan lepas tak bertepi. Sebelum era foto digital bertebaran bahkan zamannya yang memiliki kamera analog (film klise), di tower ini adalah tempat ternyaman dalam menikmati keindahan panorama laut. Tidak terpikirkan pleh kami untuk foto pemandangan, foto bersama teman-teman apalagi foto selfie yang sekarang sedang ramai-ramainya. Dan menjadi pertandingan kecil bahkan sampai menantang alam melupakan nyawa yang cuma selembar ini agar bisa di nilai orang-orang hanya dengan kata “keren”.

Dahulu foto selfie memang sudah ada, akan tetapi butuh perjuangan untuk mendapatkan dan melihat hasilnya. Dalam teknik fotografi kamera analog, fotografer pengguna slr harus menghitung dengan akurat nilai pengaturan dari kebutuhan cahaya yang akan masuk kedalam kamera. Karena di zamannya, kamera analog tidak memiliki layar untuk melihat hasil dari sebuah jepretan foto. Dan mengalami proses cuci cetak studio sebelum kita bisa melihat hasil foto tersebut.

Melihat moment jangan sampai dua kali, langsung saja di capture
Melihat moment jangan sampai dua kali, langsung di capture

Lain dulu lain sekarang.

Dengan kamera handphone kita bisa merekam semua suasana di sekitar mercusuar ini, dari foto landscape sampai foto selfie bisa kita lakukan. Apalagi jika kita memberanikan diri untuk memanjat tower tersebut sampai level tertinggi, kita bisa melihat secara luas lautan di teluk Lampung ini. Tapi tetap berhati-hati ya, karena tower ini tidak memiliki keamanan yang tinggi, hanya ada railing tangga besi saja. Buat kamu yang punya penyakit jantung lemah ataupun takut ketinggian, jangan paksakan diri untuk naik ke tower ini. Iya.. tahu sendirilah resikonya..

Foto dari tower tingkat ke tiga
Foto dari tower tingkat ke tiga
Mau berpose apapun boleh asalkan masih wajar
Mau berpose apapun boleh asalkan masih wajar
High angle
High angle

Pesona bawah laut

Ada beberapa spot untuk snorkeling di pulau ini dan tidak kalah bagusnya dengan pulau-pulau tetangga. Bahkan ada beberapa komunitas pecinta olahraga air ataupun bawah laut yang sengaja melestarikan terumbu karang agar populasi terumbu karang bertambah luas serta menjadi rumah bagi beberapa jenis ikan.

Jpeg

Salah satu spot yang kami selami berada persis di depan mercusuar. Warna air laut yang kehijauan dan jernih membuat beberapa daerah yang memiliki banyak terumbu karang ataupun hanya sekedar pasir dapat terlihat jelas. Kedalaman air sampai 3 meter cukup membuat kita bisa menikmati beberapa jenis terumbu karang dan biota laut lainnya. Bahkan beberapa teman sempat mengabadikan diri dengan ikan yang menjadi favorit dari kepulauan yang ada di Lampung, apalagi kalau bukan ikan badut (clown fish).

Foto bareng ikan nemo
Foto bareng ikan nemo

UuVAt4B4bJlbjwviZXY6o2WiV9YAiMsmtcC-DniXN8o,aXAhNJAn-ssREAtUsGot2-XCZ0-USxDgKXWl8JHWQVU

Pasir gosong

Rata-rata perairan di sekitar teluk Lampung memiliki beberapa pasir gosong/pasir timbul yang terlihat di tengah lautan. Saat yang tepat untuk memikmatinya adalah di waktu air laut surut. Tetapi tidak selamanya pasir timbul ini muncul dengan hamparan pasir yang panjang dan luas, ini tergantung pada posisi bulan berada. Artinya pada saat bulan purnama, volume air laut bertambah dan ombak cukup besar, sehingga tinggi permukaan laut menjadi tinggi dan pasir timbul masih digenangi oleh air laut.

IMG-20150615-WA0013

Mengabadikan diri dalam bingkai foto akan menjadi sesi yang seru dan menyenangkan. Merekam gambar dengan sudut pandang yang berbeda merupakan cara yang sangat mudah untuk membuat orang-orang akan banyak bertanya dan berujung untuk kita menemaninya ke pulau itu.

IMG-20150615-WA0000

Pulau maitam berada dekat dengan pemukiman penduduk sehingga banyak sampah yang terhanyuk dan terdampar di pulau ini. Air laut yang tidak jernih membuat kita malas untuk sekedar berendam apalagi ber snorkeling ria. Tetapi bila kita cerdas dan memahami bagaimana menikmati alam dengan baik bijak, rasanya tidak akan ada kenangan indah yang akan terlewatkan. Dan bersama teman-teman yang memahami arti kebersamaan rasanya tidak akan ada keceriaan yang hilang begitu saja..(tri)

Iklan