TRI_8074

Sebelumnya saya cuma bisa mendengar cerita, melihat hasil foto-fotonya dan membaca cerita perjalanan tentang pantai Pangandaran dan Green Canyon yang ada di Jawa Barat ini. Mencari-cari tanggal hari libur yang tersisa cuma hari minggu semua. Apa boleh buat harus mengambil cuti kerja 1 hari di hari senin. Saya bersama 2 orang sahabat Cristian dan Heri berangkat malam hari dari Bandar Lampung menggunakan angkutan mobil travel ke pelabuhan Bakauheni dilanjutkan dengan menggunakan kapal ferry ke pelabuhan Merak lalu diteruskan naik bus tujuan terminal Kampung Rambutan.

Suasana pagi hari di terminal Kampung Rambutan Jakarta sudah ramai, maklumlah karena hari Sabtu dan banyak orang-orang berpergian ke luar kota. Setelah bertanya-tanya tentang bis yang akan berangkat ke Pangandaran, kami menyempatkan diri untuk mandi dan sarapan pagi seadanya di terminal ini. Armada bis yang berangkat ke arah pangandaran tidak terlalu banyak kurang lebih 5 unit, ini dikarenakan perjalanan yang ditempuh 8-10 jam maka pemberangkatan bis terakhir jam 10.00 wib.

Akhirnya bis kami berangkat dengan jumlah penumpang sedikit sekali, berharap pak supir dan kondekturnya mendapatkan penumpang di tengah perjalanan. Perjalanan yang cukup jauh melewati beberapa kota dan terminal bayangan serta 1 kali pemberhentian untuk makan siang, kami pun sampai di kota pangandaran sekitar jam 5 sore.

Kota Pangandaran

Suasana kota yang sepi dan tidak banyak kendaraan melintas menambah pertanyaan baru “tempat ini jadi favorit berlibur tapi kenapa sepi begini? Seperti tidak ada pengunjungnya..”. Baru saja melangkah keluar dari terminal, kami sudah disambut tukang ojek yang menawarkan jasanya membawa kami sampai ke lokasi dekat pantai. Negosiasipun terjadi untuk mendapatkan kortingan harga dan berharap murah karena kondisinya sepi sekali. Akhirnya harga oke, tapi 1 motor ada yang bertiga, kata pak ojeknya “nanggung mas, tapi kalo mau jalan kaki juga lumayan capeknya, 2kiloan mah ada”.

“Oke.. nggak masalah..”

Sembari berkendaraan, pak ojek pun bertanya “menginap di hotel mana? ” saya pun menjawab “belum tahu pak, masih cari-cari yang deket pantai terus yang murah” “oo.. baru pertama kesini ya? Ada penginapan kenalan yang murah, kebetulan sering banyak tamu bule’ nya”.. “wah.. coba aja pak, siapa tau ada tempat kosong” jawab saya. Memang kebetulan saya membawa teman bule’ dari Rumania, jadi pak tukang ojek nya langsung nyambung.

Berhentilah kami di salah satu gang yang katanya menyediakan penginapan murah dan memang dekat sekali dengan pantai Pangandaran. Suasananya seperti di rumah banyak tanaman hias dan pohon-pohon buah, dinding pondokan berbahan geribik dari bambu dan terdapat gazebo yang cukup lapang. Panorama Palace homestay itulah nama penginapan kami yang ternyata sudah terdaftar dalam group Tripadvisor yaitu situs internet tentang penginapan dan perjalanan seluruh dunia. Dan sembari kami beristirahat, kami melihat diary yang sangat sederhana tetapi setelah kami buka ternyata sudah banyak sekali wisatawan mancanegara yang menginap di sini dan rata-rata mereka Backpaker. Mereka menuliskan pesan dan kesan selama di Pangandaran dan ada pula yang meninggalkan sticker ataupun foto kecil di buku itu. Sederhana sekali tapi berkesan.

DSCN7938

Menu sarapan teh manis dan pancake ala ala
Menu sarapan teh manis dan pancake ala ala

Malampun belum habis, sehingga kami mencoba mencari peruntungan untuk makan malam yang enak dan murah serta mencari suasana yang asik. Berjalan ke arah timur dari kota ini, kita bisa mendapatkan berbagai jenis hotel, restoran bahkan pub yang berdekatan dengan pantai. Masih banyak pengunjung yang menikmati malam di daerah ini, ada yang bermain sepeda odong-odong, makan malam dan juga berbelanja beberapa sovenir di toko-toko pakaian.

Sembari kami makan malam di salah satu warung makan, kamipun mencoba bertanya-tanya kepada pemilik warung makan tentang pantai Pangandaran, Green Canyon dan sekitarnya. Wisatawan dari luar kota datang di kawasan pantai ini cenderung di hari Sabtu pagi lalu kembali pulang sore hari itu atau paling lama Minggu pagi. Kecuali pengunjung yang memang ingin lama disini tetapi tidak lebih dari 3 hari , ini dikarenakan tempat yang bisa dikunjungi hanya Pantai Pangandaran, Green Canyon dan Kawasan Taman Nasional.

Bersyukurlah kami datang di waktu yang tepat, dimana kami bisa menikmati suasana kota ini dengan sedikit keramaian.

Green Canyon

Suasana Minggu pagi yang tadinya cerah berubah menjadi hujan rintik, sehingga membuat hati kami galau untuk pergi ke Green Canyon. Sembari menghabiskan sarapan pagi, kami sempat berbincang dengan 3 orang perempuan wisatawan dari Jerman dan Belanda yang baru sampai tadi malam. Tak lama kemudian, datanglah seseorang yang sengaja datang dan menawarkan diri untuk menjadi guide disana. Harga jasa yang ditawarkan antara turis lokal berbeda dengan turis mancanegara dan teman bule saya memiliki kitas yaitu ktp Indonesia  sementara yang memiliki hak sama dengan penduduk Indonesia, terutama untuk kunjungan tempat wisata.

Kami ditawarkan untuk ikut paket bodyrafting menyusuri sungai di green canyon itu. Karena selisih biayanya tidak terlalu banyak, akhirnya kami setujui dan langsung kami bersiap-siap dan berangkat ke lokasi.

Perjalanan dari kota ke lokasi wisata memakan waktu hampir 1 jam dan berada di sebelah barat dari kota Pangandaran. Cuaca masih hujan rintik membuat kami ragu untuk mendapatkan air yang bersih seperti terlihat di foto-foto yang pernah datang ke lokasi itu. Tapi kami di beri keyakinan bahwa nanti cuaca akan berganti cerah dan ini hari pertama hujan, sehingga air di sungai belum berubah warna. Karena jika sehari sebelumnya hingga malam hujan deras sekali, maka air sungai akan berubah menjadi warna cokelat.

Sampailah kami di pos pemberangkatan khusus untuk bodyrafting dan tetap ditemani hujan rintik. Setelah menitipkan tas dan barang elektronik supaya tetap kering, kami mulai memilih jaket pelampung, helm, pelindung sikut dan lutut dan juga sepatu khusus, kami diberangkatkan dengan mobil pick up menuju lokasi start bodyrafting. 20 menit tak terasa sampai di daerah yang berbukit lalu menuruni lereng menuju aliran sungai yang akan membawa kita kembali ke pos pertama.

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Mengikuti panduan dari instruktur untuk tetap berdekatan, kaki tetap berada di depan dan selalu melihat arah serta aba-aba dari instruktur. Beberapa arus besar dan batu-batu cadas yang besar, sedikit membuat jantung was-was juga. Kalau salah arus bisa bahaya lagi..

Sudah siap buat terjun
Sudah siap buat terjun

DSCN7787

DSCN7784

Debit air di sungai saat ini sedang surut dan dibawah normal sehingga tidak terlalu banyak arus-arus yang besar. Sesekali kita berhenti dan menaiki tebing untuk menghindari arus dan berbatuan yang besar dan ada 1 spot yang mewajibkan kita untuk melompat dari ketinggian 5 meter. Kami sempat berhenti di salah satu peristirahatan yang menyediakan minuman kopi dan teh panas serta gorengan tempe mendoan dan bakwan.

Secangkir kopi dan gorengan di pinggir sungai
Secangkir kopi dan gorengan di pinggir sungai

DSCN7798

Menikmati arus sungai yang tenang dan terkadang menantang membuat kita terlupa sejenak atas permasalahan kita masing-masing dan membuat kita menjadi relaks. Hingga tak terasa kita sudah sampai di ujung perjalanan dan menunggu perahu yang akan membawa kita menyusuri sungai sampai kembali ke pos pertama. Air sungai yang menghijau dan tebing-tebing sungai yang tinggi merupakan pesona wisata yang ada di Green Canyon ini. Mempertahankan kebersihan di sungai ini merupakan kunci dan syarat agar tempat wisata ini menjadi terkenal dan akan selalu dikenang.

DSCN7888

Sesampainya di pos pertama kami datang kamipun bergegas berganti baju dan mengambil barang yang ditipkan, kamipun disuguhkan makanan makan siang. Pas sekali waktunya, sehabis berendam, perut keroncongan dan pulang-pulang langsung makan. Mantap.

Kami sudahi kegiatan kami di green canyon ini dan kembali pulang untuk beristirahat di penginapan.

Suasana Minggu malam senin ini bertambah sunyi karena pengunjung pantai Pangandaran sudah banyak yang pulang dan warung-warung pinggir pantai ditutup. Menghabiskan malam ini kami makan malam di resto salah satu hotel yang menjadi favorit di kota ini. Sedikit terkejut dengan harga makanan dan minuman yang cukup murah ditambah lagi dengan porsi yang tidak sedikit.. wah senangnya..

Keesokan harinya kami hanya berkeliling pasar disekitar pantai dengan bersepeda, hanya sekedar ingin tahu ada apa disekitaran pasar dan pantai di Pangandaran ini. Hampir seperti wisata pantai lainnya, disini terdapat pasar yang menjual souvenir khas pantai dan oleh-oleh khas Pangandaran. Di sebelah timur kota ini terdapat ratusan perahu nelayan dan jaring ikan yang sedang mereka rapihkan untuk digunakan kembali.

DSCN7935

TRI_8096

Sore tak terasa sudah datang menandakan kami harus kembali pulang ke Jakarta dengan menggunakan bis yang sama dan menuju terminal Kampung Rambutan.

Perjalanan wisata alam yang mengesankan dan suasana kota yang tidak terlalu ramai menambah warna baru dalam perjalanan hidup saya. Menjaga dan mempertahankan alam dan sekitarnya adalah tugas kita sebagai manusia agar kelak dapat bermanfaat bagi penerus kita berikutnya.. (tri)

Iklan