Pulau kelapa di Teluk Kiluan Lampung
Pulau kelapa di Teluk Kiluan Lampung

Saat ini sudah banyak orang yang tahu tentang pesona keindahan tempat wisata di Teluk Kiluan Lampung, bahkan ada juga yang sampai sekarang lebih sering kesana. Pengalaman pertama  mereka yang sudah kesana rata-rata berawal dari ajakan seorang teman/komunitas, promosi agen travel wisata atau jalan sendirian ala backpacker. Sampai akhirnya mereka bisa mengajak temannya untuk datang lagi bahkan sampai membuat grup perjalanan sendiri.

Sepertinya Teluk Kiluan punya magnet tersendiri yang menarik kita buat datang, datang dan datang lagi kemari. Tetapi magnet ini hanya berlaku buat mereka yang memang paham tentang menajakan dirinya disini. Dan perlu dibahas lagi, kalau perjalanan ke Teluk Kiluan bagi sebagian orang merupakan rute yang berat dan melelahkan.

Sekarang ini saya termasuk dari sebagian orang yang sering bolak balik ke Teluk Kiluan Lampung. Saya juga heran sampai bisa sering ke daerah wisata ini. Memangnya ada apa ya di Teluk Kiluan ini?

1. Lokasi tidak jauh

Sebenarnya lokasi tempat wisata ini tidak jauh, hanya 80 km dari kota Bandar Lampung menuju ke arah selatan dari pulau Sumatera ini. Jika jarak dari Bakauheni ke Bandar Lampung 90 km di tempuh 1,5-2 jam dengan mobil travel, maka waktu yang ditempuh untuk sampai ke Kiluan seharusnya sama.

2. Kondisi jalan rusak

Kalau kita melihat jarak dari GPS, google maps atau papan info sepanjang jalan, lokasi Teluk Kiluan tidak jauh dan bisa ditempuh +/- 1,5 jam. Akan tetapi, kita harus menghadapi perjalanan yang sedikit berbeda dan terkadang menegangkan. Sebagian dari jalan yang akan dilalui kondisinya cenderung berbukitan, menanjak dan menurun membuat pemerintah harus berfikir keras untuk membangun jalan dan drainase yang baik. Karena pada musim penghujan, jalanan akan dipenuhi dengan air bahkan ada yang berbentuk kubangan.

Kondisi jalan yang masih kurang baik membuat perjalanan kita menjadi lambat karena harus memilih jalan yang sekiranya enak dilalui. Waktu yang akan ditempuh +/- 4 jam dengan mobil dan +/- 3 dengan sepeda motor.

Kondisi jalan yang nggak mulus
Kondisi jalan yang nggak mulus

3. Banyak pilihan cottage dan homestay

Lain dulu, lain sekarang. Dulu Teluk Kiluan cuma di kelola oleh 4 orang yaitu Kepala Desa, lembaga Cikal, bpk. Maimun dan bpk. Dirhamsyah. Mengusung konsep ekowisata, masyarakat diajak untuk bersama-sama mengelola tempat wisata dengan memaksimalkan sumber daya manusia dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat.

Sekarang kita bisa dengan mudah mendapatkan penginapan dari harga yang murah sampai yang mahal, bisa cari kapasitas 2 – 10 org, kalaupun tidak kebagian Cottage kita bisa homestay di rumah penduduk. Tapi bagi kebanyakan orang yang mau liburan bergaya turis, harus jauh-jauh hari memesan penginapan khususnya musim libur panjang.

4. Kemping di pinggir pantai

Nah, yang satu ini khusus buat kamu yang benar-benar mau menyatu sama alam dan praktis. Pasang tenda, pasang hammock, gelar matras, buat api unggun sampai menyiapkan makanan dan minuman sendiri. Bisa seperti itu jika kita menyebrang ke pulau Kelapa, pantai Pasir Putih dan pantai Laguna yang di balik bukit atau sepanjang pantai di Teluk Kiluan. Tetapi pastikan kita sudah meminta izin dengan pemilik tanah atau yang mengelolanya.

Jpeg

5. Mau lihat lumba-lumba

Salah satu alasan ke Teluk Kiluan pastinya karena mau melihat lumba-lumba di tengah lautan. Karena masyarakat disini memang sangat pandai untuk mendapatkan kelompok lumba-lumba yang sedang berenang dan bahkan bisa mengikuti arah kemana mereka pergi.

Sebagai catatan kecil buat kalian yang mau lihat lumba-lumba supaya bisa benar-benar memuaskan.

– Minta kepada pengemudi kapal untuk bisa mengantarkan kalian pagi-pagi sekali (bila perlu jam 5.30 wib)

– Jangan melihat lumba-lumba di waktu musim libur panjang, karena bisa puluhan kapal berada di samudera. Hal ini yang bisa mempengaruhi lumba-lumba tidak berenang di permukaan apalagi sampai loncat. Bayangkan saja jika puluhan kapal bergerombol hanya mengejar 3-5 ekor, pastinya mereka takut untuk naik ke permukaan.

– Lumba-lumba tidak mengenal waktu untuk berada di tengah laut dan jika kamu berhenti lalu melihat kedalam lautan, kalian bisa melihat banyak lumba-lumba di bawah sana. Ratusan bahkan ribuan.

6. Menikmati ketenangan pantai

Jika mau ke Kiluan nggak musti nunggu libur panjang, kapan saja bisa selama waktu kamu bisa maksimal. Menyendiri di pasir pantai yang putih dan panjang bisa kalian lakukan di pulau Kelapa. Berenang di air laut yang tenang dan bersih di pantai Laguna sambil menikmati terjangan ombak membentur dinding batu karang. Ataupun cuma sekedar tidur di ayunan jaring atau hammock di bawah pepohonan yang rindang. Itu semua bisa kita nikmati jika datang ke Teluk Kiluan di saat yang pastinya tidak banyak pengunjung.

DSCN9058

Weekend di Teluk Kiluan Lampung sudah dibilang ramai, apalagi di musim libur panjang bisa padat manusia. Membuat sebagian penikmat pantai akan terganggu kenyamanannya. Saya mau kasih sedikit tips supaya jadwal berwisata di Teluk Kiluan kalian bisa maksimal, yaitu :

– Berangkatlah lebih pagi dari Bandar Lampung. Jam 5 pagi sangat dianjurkan.

– Jika sampai di Kiluan jam 8 pagi, bergegaslah ke pantai Laguna, cuaca tidak terlalu panas.

– Jam 12 bisa cek in penginapan dan makan siang serta istirahat.

– jam 3 siang kalian bisa snorkeling menikmati taman bawah laut yang berada di arah selatan dari perkampungan atau tepatnya di depan cottage dekat batu-batu karang.

– menikmati sunset bisa di pantai dekat kalian snorkeling atau menyebrang ke pulau kelapa.

Sunsetnya teluk kiluan
Sunsetnya teluk kiluan

– Mau lihat lumba-lumba berangkat lebih awal

– Sarapan pagi, berenang dan berfoto ria lebih bagus di sepanjang pantai pulau Kelapa. Karena matahari menyinari pantai ini dengan sempurna.

Berlibur dengan cara apapun asal kalian bisa menikmatinya, menjadi kado indah dari liburan kalian. Dan menjaga kebersihan dimanapun kalian berada itu menjadi sangat penting..(tri)

Iklan