experience with kapal api

Yogya, 15/12/2013.. Sebuah kesempatan yang sangat langka sekali bisa mendapatkan hadiah dari ajang kompetisi lomba foto. Berawal dari iseng, teman saya Delta Rahwanda meminta saya untuk memotret dirinya bersama 1 sachet kopi di dalah satu dermaga kayu yang ada di pinggir pantai. Kopi Kapal Api mengadakan kegiatan lomba foto yang bertemakan liburan dan menghasilkan 5 orang pemenang yang berhak mendapatkan hadiah berupa jalan-jalan ke Yogyakarta. Dan masing-masing pemenang boleh membawa 1 orang teman atau saudaranya dan Delta pun mengajak saya untuk menikmati hadiah tersebut.

Perusahaan Kapal Api mengajak kami mengunjungi beberapa lokasi wisata berkaitan dengan kopi dan ukm yang ada di Magelang dan Yogyakarta. Dua kota ini memiliki ciri khas masing-masing dengan pesona yang memang sudah terkenal di pariwisata Indonesia.

pesta perak resto

Kedatangan kami di bumi Yogyakarta disambut oleh tim / guide dan minibus yang siap memanjakan kami selama berlibur disini. Setelah makan siang di Pesta Perak Resto yang terletak di salah satu sudut kota Yogya, kami bergerak menuju kota Magelang. Memasuki kawasan Candi Borobudur, kami berhenti dan berganti kendaraan dengan andong. Karena jalan yang kami masuki memang cukup selebar 1 mobil dan jalan yang berkelok-kelok.

dokar

Sampailah kami di salah satu sudut desa dan satu rumah yang memiliki ruang terbuka berupa tempat kerja pembuatan gerabah. Disini kami diperlihatkan bagaimana cara membuat gerabah secara tradisional, dimulai dari memilih dan menguleni tanah, membentuk gerabah dengan roda pemutar tradisional sampai dengan membakar dan memberi warna. Kamipun diberi kesempatan untuk membuat gerabah sesuai dengan kreasi masing-masing. Ternyata butuh latihan dan rutinitas agar kita bisa mahir dan menghasilkan gerabah yang bernilai seni tinggi.

20131213_161454

20131213_160825

TRI_4072

Masih di sekitar desa Karanganyar kami sempat berkunjung tempat pembuatan kerajinan, batik dan aksesoris tradisional. Dan tidak jauh dari sana kita menikmati makan malam bernuansa jawa kental diiringi alunan gamelan yang di mainkan oleh anak-anak dan beberapa orang tua. Menu makanan sederhana tetapi memiliki cita rasa yang tinggi dan cukup mengisi kekosongan perut.

20131213_181517

Malam ini kami menginap di salah satu hotel bintang 3 yang ada di kota Magelang. Seperti hotel pada umumnya, fasilitas yang lengkap dan nyaman serta makanan yang enak merupakan nilai tambah dan akan menjadi rekomendasi para calon tamu lainnya.

20131213_195420

20131214_063738

Hari kedua, masih di kota Magelang kami berkesempatan mengunjungi perkebunan kopi dan juga sekaligus tempat mengolahnya menjadi serbuk kopi. Mesa Stila berada di desa Losari Grabag, Mahelang.  Merupakan bangunan peninggalan kolonial belanda beserta perkebunan kopinya dengan luas keselurahan 22 hektar.

TRI_4120

TRI_4199

TRI_4136

Kita bisa melihat perkebunan dengan 2 jenis kopi yang berbeda yaitu Arabica dan Robusta. Suhu di daerah ini memungkinkan untuk tumbuh 2 jenis kopi tersebut, akan tetapi kopi jenis arabica lah yang banyak tumbuh disini. Kitapun bisa langsung melihat proses pembuatan kopi dari panen, pemilihan biji kopi, pengeringan, pemanggangan sampai penggilingan secara tradisional. Kami sempatkan untuk mencoba minum kopi khas dari Mesa Stila ini sambil menikmati pemandangan dan berkeliling keseluruh bagian dari komplek ini. Ada penginapan berupa cottage dan villa yang bisa menampung 1 keluarga. Luasnya hamparan rumput hijau membuat tempat ini lebih asri dan menjadi alternatif liburan untuk keluarga.

mesa stila

TRI_4177

Tak terasa matahari sudah meninggi itu tandanya kami meninggalkan tempat ini bergerak untuk kembali ke Yogyakarta. Perjalanan Magelang – Yogyakarta bisa di tempuh selama 2 jam dengan kendaraan roda dan dengan kemacetan sedang.

20131214_104726

Kami sempatkan makan siang si rumah makan Sekar Kedaton yang dekat dengan kota Magelang. Perut kenyang, mata ngantuk, tapi belum waktunya tidur. Kita bergerak ke salah satu tempat yang katanya meripaksn tempat belajar munum kopi. Klinik Kopi Berada di jalan Kaliurang Sleman, masuk gang sempit dan kita temukan bangunan 2 lantai berada di tengah2 tingginya pohon jati.

20131214_154625

Mas Pepeng merupakan owner klinik kopi ini bercerita bahwa tempat ini terlahir dari hobinya berkeliling nusantara lalu menemukan keanekaragaman kopi dari jenis kopi hingga perbedaan proses pematangan kopi yang berbeda pula. Beliau bercerita tentang jenis kopi sambil mengajak kami untuk memilih jenis biji kopi yang mau kita coba. Ada jejeran toples kaca yang berisi kopi-kopi dengan rasa sesuai dengan daerah asal kopi tersebut. Dan dengan lincahnya mas Pepeng meracik minuman kami, dari menggiling sampai menyeduh kopi dengan alat espreso yang manual (rok preso.red). Dan tinggal pilih mau Americano atau Espresso.

20131214_153220

Satu hal yang menarik buat catatan saya adalah proses belajar ngopi disini tidak dipatok harga (keiklashan), membayar kopi yang sudah diseduh serelanya dan satu kunci belajar ngopi yaitu “minum kopi tanpa gula”. Wahhh.. super pahit pastinya, tapi itulah cara menghargai kopi sesungguhnya tanpa campuran apapun selain air. Dan disarankan untuk merasakan jenis-jenis kopi senusantara, agar kita tahu dan menentukan kopi kesukaan kita.

Tak terasa sore sudah menghampiri kami sebagai tanda untuk berpindah lagi ke penginapan. Tapi kami sempatkan makan malan dahulu di Bale Raos Resto yang berada di belakang bangunan Keraton (kalau tidak salah ada di bagian alun-alun selatan). Menu makanan yang terlihat rumahan ini punya cita rasa khas Jogja yaitu manis dan gurih. Dan di tempat ini sering ada jamuan makan yang dihadiri oleh Sri Sultan dan Tamu-Tamu keraton.

20131214_171349

TRI_4204

Malam ini kita menginap di salah satu Hotel yang dekat sekali dengan jalan Malioboro. Wow.. daerah yang menjadi tujuan favorit wisatawan. Dan bertepatan malam minggu, jalan sepanjang Malioboro ramai pedagang dan pengunjung. Walaupun sedikit gerimis, tidak menyurutkan saya untuk sedikit berkeliling melihat suasana malam di Malioboro.

TRI_4221

20131215_063017 20131215_071840

Malam ini kami tidak bisa menikmati Malioboro sepuasnya karena hujan, sehingga tidak semua sudut jalan ini bisa dinikmati. Kami gantikan esok pagi sebelum melakukan kunjungan yang terakhir.

TRI_4229

Hari terakhir di Yogyakarta, tim travel mengajak kami untuk belajar membuat batik di tempat pembuatan batik yang sangat terkenal. Kampung Batik Prawirotaman merupakan kawasan kampung wisata, disini banyak wisatawan mancanegara yang menginap dan menikmati kampung wisata untuk waktu yang lama. Mengenal cara membatik dari proses menggambar, lilin dan pewarnaan kain dari zaman dahulu hingga kini tidaklah jauh berbeda. Hanya saja cara membatik di zaman sekarang lebih kepada alat bantu yang lebih cepat dan praktis serta motif-motif yang sudah modern.

TRI_4247

20131215_090939

Dan berakhirlah perjalanan gratis saya di Yogyakarta, walaupun singkat dan kangen ini belum sepenuhnya terobati, cukup puas bagi saya mengunjungi beberapa tempat yang belum pernah saya kunjungi. Suatu saat nanti saya pasti kembali ke Yogyakarta lagi. AMIN.. (tri)

Iklan