Selain terkenal dengan pesona wisata alamnya, Lampung lebih dahulu terkenal dengan hasil kopi robusta yang lebih baik dari tempat lain. Sebagai penghasil kopi terbaik, ternyata kopi Lampung dapat di peroleh dari Liwa, Tanggamus, Padang Cermin. Mungkin di tempat lain masih banyak, akan tetapi hasil panen yang sedikit daripada kota-kota tersebut. Sebagai pemula yang masih belajar minum kopi, saya diajak kawan untuk ikut dalam rombongan Coffee Trip Lampung yang diadakan oleh pemilik kedai kopi di Bandar Lampung. Karena kopi yang mereka jual berasal dari daerah yang akan kita kunjungi ini. Ada kopi biasa/kampung yang merupakan biji-biji campuran dan kopi premium yang memang biji merah pilihan.

Daerah Way Ratai atau Padang Cermin kabupaten Pesawaran dari dahulu  memiliki hasil biji kopi yang berkualitas, akan tetapi kembali kepada pemasaran kopi yang kurang maksimal, sehingga masyarakat luas kurang informasi tentang jenis kopi di daerah ini. Tepatnya di Desa Harapan Jaya kami mendatangi perkampungan yang berada di lereng gunung Pesawaran untuk melihat langsung kebun kopinya dan menikmati kopi langsung dari sumbernya.

 

coffee trip_06

 

Di desa Harapan Jaya dusun Sinar Dua terdapat perkebunan kopi yang cukup tinggi serta luas, berada di puncak bukit. Sehingga kita bisa melihat pulau-pulau yang ada di Teluk Lampung, seperti Pulau Kelagian, Pulau Pahawang bahkan Pulau Tanjung Putus. Namun sayang sekali cuaca berganti hujan yang cukup deras, sehingga kami tidak bisa melanjutkan sampai puncak. Karena medan yang akan kita lalui berupa jalan tanah merah. Terbayangkan apa yang bakal terjadi nanti? Iya.. kita simpan saja untuk trip berikutnya.

coffee trip_02

Tapi tenang saja. Walaupun hujan kita masih menikmati sajian santap siang dan beberapa cemilan di rumah mbak Eka. Dia merupakan konseptor dari Coffee trip ini dan sekaligus ingin mengenalkan potensi wisata yang ada di desa ini serta ingin mengajak para pengusaha lokal yang ingin memasarkan hasil kopi dari desa ini. Makan siang resep rumahan yang sudah tidak asing di lidah ternyata punya kenikmatan tersediri jika di tempat orang lain (lebih nikmat). Dan sebagai penghangat suasana yang dingin, kami disuguhi minuman dari biji pala, gorengan buah singkong dan sukun.

Jpeg
Minuman biji pala dan gorengan

Ternyata biji pala selain untuk bumbu masakan, kulitnya bisa dijadikan manisan dan biji pala bisa menghasilkan aroma minuman yang enak. Mirip dengan rasa kayu manis, akan tetapi takaran biji pala yang diberikan dengan takaran sedikit supaya tidak menjadi racun dan memabukkan. Setiap halaman rumah warga di desa ini tumbuh subur pohon-pohon yang menghasilkan biji pala. Dan biji pala merupakan komodi yang sangat banyak di Indonesia, oleh karenanya banyak para penjajah yang tertarik mengambil hasil palawija bangsa kita.

coffee trip_04

Hujan mulai reda, kamipun mulai bepindah tempat untuk melihat jenis usaha kecil menengah berupa budidaya jamur tiram. Karena masih ujicoba, kumbung (rumah jamur) baru ada 1. Rencananya sambil melihat prospek kedepan, semoga mendapatkan kumbung yang lebih besar lagi.

coffee trip_59-01

Jpeg
Kumbung jamur tiram

Namanya coffee trip, tapi belum keluar minuman kopinya? Nah ini yang kita tunggu akhirnya kesampaian juga. Perlu sedikit sensasi untuk bisa ngopi di trip ini, yaitu berjalan menuju air terjun yang berada di dusun Sinar Tiga dan masih di Desa Harapan Jaya. Dari tempat pemberhentian kendaraan terakhir, kita berjalan sekitar 30 menit menuju air terjun Penyarian atau air terjun Sinar Tiga itu lebih mudah dihapal. Medan yang tidak sulit dan ditemani oleh hamparan kebun coklat dan kopi membuat perjalanan lebih mudah dan sejuk.

coffee trip_47-02coffee trip_16

Sesekali kabut tebal melintas diatas bukit dan gemericik air sungai menuju sumbernya semakin lama semakin jelas terdengar. Dan sampailah di lokasi air terjun yang memiliki ketinggian +/- 50 meter.

Jpeg

Disinilah mbak Eka dan Hasti yang sekaligus pengusaha kedai kopi di Bandar Lampung menyiapkan minuman kopi khas dari pegunungan pesawaran. Kopi premium/kopi biji merah mereka seduh dan dibagikan kepada kami serta ditemani cimilan ringan berupa singkong yang sudah direbus dengan gula aren. Wah, mengingatkan saya pada tips menikmati kopi khas kota Liwa dengan menggunakan gula aren. Rasa manis dari gula aren tidak akan merusak cita rasa kopi, malah akan memperkuat rasa kopinya. Roasting biji kopinya yang sangat pas membuat penikmat kopi robusta tau mana kopi yang benar-benar enak.

Jpeg
Hast coffee Lampung

Sungguh ngopi kali ini sedikit menambah warna baru dari perjalanan cerita saya. (Tri)

 

Iklan